Moskow (KABARIN) - Amerika Serikat kembali mengirimkan sinyal keras ke Timur Tengah. Enam jet tempur siluman F-35A Lightning II dilaporkan dikerahkan lebih dekat ke kawasan tersebut dengan mendarat di pangkalan udara RAF Lakenheath, Inggris. Informasi ini dilaporkan portal Air & Space Forces Magazine pada Senin (9/2).
Keenam pesawat tempur itu datang bersama pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-135 Stratotanker milik Angkatan Udara AS. Pergerakan ini memperkuat indikasi bahwa Washington tengah meningkatkan kesiagaan militernya di tengah ketegangan dengan Iran.
Sebelumnya pada Januari, Presiden AS Donald Trump sempat menyebut bahwa “armada besar” sedang bergerak menuju Iran. Dia juga menyampaikan harapannya agar Teheran bersedia duduk di meja perundingan dan menandatangani kesepakatan yang “adil dan merata”.
Namun, Trump juga memberi peringatan keras. Jika tidak ada kesepakatan terkait program nuklir Iran, dia menyebut serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.
Sebelum pernyataan soal “armada besar” itu, Trump juga mengatakan kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak mendekati Iran “untuk berjaga-jaga.” Dia menolak menjawab tegas ketika ditanya apakah opsi intervensi militer sudah sepenuhnya dihapus, dan hanya mengatakan dirinya tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi ke depan.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Trump sebenarnya lebih memilih jalur diplomasi dalam menghadapi Iran. Dia pun mendorong Teheran agar menerima tawaran negosiasi dari Washington.
“Presiden telah menyatakan dengan jelas kepada Iran bahwa ia menginginkan penyelesaian melalui negosiasi. Saya pikir akan menjadi pilihan bijak bagi mereka untuk menerima tawaran tersebut,” kata Hegseth dalam pernyataannya pada Senin (9/2).
Meski menekankan jalur damai, Hegseth juga mengingatkan bahwa pendekatan diplomasi pemerintahan Trump tetap ditopang oleh kekuatan militer AS yang, menurutnya, tidak tertandingi.
“Dunia telah melihat kemampuan Amerika. Perdamaian melalui kekuatan, pencegahan dalam tindakan. Kami sudah keluar dari Iran bahkan sebelum Iran menyadari kami berada di sana. Tidak ada negara lain yang mampu melakukan hal itu,” ucapnya, merujuk pada serangan yang dilancarkan AS terhadap Iran selama perang 12 hari pada Juni lalu.
Pergerakan jet tempur ini pun dibaca sebagai sinyal ganda dari Washington: dorongan negosiasi tetap dibuka, tapi tekanan militer juga terus diperlihatkan.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026